Bandarlampung – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menunjukkan dampak positif, tidak hanya dalam peningkatan status gizi masyarakat, tetapi juga dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Putri Zulkifli Hasan, saat meninjau pelaksanaan program MBG di Bandarlampung, Sabtu (28/6).
Menurut Putri, MBG merupakan langkah strategis dalam membangun generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. Ia menegaskan bahwa intervensi gizi pada kelompok rentan seperti anak-anak sekolah, balita, serta ibu hamil dan menyusui adalah investasi jangka panjang yang tak bisa ditunda.
“MBG bukan sekadar soal makan. Ini adalah langkah konkret negara untuk hadir dalam kehidupan masyarakat sejak dini, memastikan bahwa anak-anak kita tumbuh sehat, cerdas, dan siap bersaing di masa depan,” ujar Putri.
Program ini tidak hanya menyasar perbaikan gizi, tetapi juga mendorong partisipasi ekonomi lokal. Melalui inisiatif Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG, pelaku usaha kecil dan menengah setempat dilibatkan sebagai penyedia bahan makanan dan tenaga pengolah. Dengan begitu, MBG menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan.
Sukina, perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN), menambahkan bahwa proses pendaftaran mitra dapur MBG dilakukan secara terbuka dan tanpa biaya melalui laman resmi www.mitra.bgn.go.id. Hal ini bertujuan agar lebih banyak pelaku UMKM yang dapat terlibat aktif dalam program pemerintah tersebut.
“Dengan pendekatan gotong royong dan transparansi, kita ingin memastikan program ini tidak hanya efektif dalam mengatasi stunting, tapi juga membuka lapangan kerja dan memberdayakan masyarakat,” terang Sukina.
DPR RI menyatakan komitmennya untuk terus mengawal keberlanjutan program MBG dan mendorong perluasan cakupan ke daerah-daerah terpencil. Kolaborasi lintas kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah dinilai krusial agar program ini memberikan manfaat maksimal dan merata.
Dengan MBG, Indonesia bukan hanya memberi makan, tapi juga menanam harapan akan masa depan yang lebih sehat, sejahtera, dan berdaya.

















Discussion about this post