Jakarta – Komisi V DPR RI menyatakan akan memanggil Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) guna meminta penjelasan terkait proses evakuasi jenazah warga negara Brasil, Juliana De Souza Pereira Marins (27), yang meninggal dunia usai terjatuh ke jurang di kawasan Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Anggota Komisi V dari Fraksi PDI Perjuangan, Adian Napitupulu, menyoroti dugaan keterlambatan dalam proses evakuasi yang menjadi perhatian publik. Ia menilai negara harus mampu menjawab tantangan medan ekstrem dengan kesiapan peralatan dan respons cepat dalam situasi darurat.
“Kami ingin tahu secara rinci seperti apa medan yang dihadapi, bagaimana kesiapan tim SAR di lapangan, dan apakah prosedur yang berlaku sudah dilaksanakan dengan semestinya,” ujar Adian kepada wartawan, Jumat (28/6/2025).
Ia juga menegaskan bahwa keterbatasan medan tidak bisa dijadikan alasan pembenaran jika ada indikasi kelambanan penanganan. “Medan sulit bukan berarti negara boleh lambat. Justru di situlah negara diuji untuk hadir secara nyata dalam kondisi darurat,” tegasnya.
Rencana pemanggilan Basarnas ini juga didukung oleh anggota Komisi V lainnya. Mereka mendorong evaluasi menyeluruh terhadap sistem dan kesiapan operasional SAR, khususnya dalam menjangkau lokasi bencana atau kecelakaan di wilayah-wilayah yang memiliki tantangan geografis tinggi seperti pegunungan dan hutan lebat.
Sebelumnya, Basarnas menyebut medan yang curam dan kabut tebal menjadi tantangan utama dalam proses evakuasi jenazah Juliana, yang dilaporkan jatuh ke jurang sedalam 600 meter. Operasi penyelamatan dilakukan secara manual dengan melibatkan tim SAR gabungan dan membutuhkan waktu yang cukup panjang.
Insiden ini menyita perhatian luas, termasuk dari masyarakat Brasil, setelah video pemandu lokal yang turut mengevakuasi jenazah korban viral di media sosial. Kejadian tersebut memicu diskusi soal kelayakan sistem penyelamatan di kawasan wisata alam Indonesia yang kerap dikunjungi wisatawan mancanegara.
Komisi V DPR menegaskan bahwa rapat bersama Basarnas nantinya akan fokus pada peningkatan kapasitas, peninjauan standar operasional prosedur, serta pemetaan kebutuhan anggaran agar sistem penanganan bencana dan evakuasi semakin responsif dan profesional.

















Discussion about this post