Sampang — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menghadiri peringatan Milad ke-114 Muhammadiyah di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur. Panitia tetap menyelenggarakan kegiatan tersebut meski harus mengubah lokasi acara dan tanpa kehadiran pejabat Pemerintah Kabupaten Sampang.
Awalnya, panitia merencanakan kegiatan Milad Muhammadiyah berlangsung di Pendopo Kabupaten Sampang. Namun, izin penggunaan pendopo dibatalkan sehari sebelum acara digelar. Panitia kemudian memindahkan lokasi kegiatan ke Pondok Pesantren Al Ittihad, Kecamatan Camplong, serta PKBM Al-Hikmah di Karang Penang.
Menanggapi polemik pembatalan lokasi tersebut, Abdul Mu’ti yang juga menjabat sebagai Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah memilih tidak memberikan komentar. Ia menyerahkan penjelasan sepenuhnya kepada panitia pelaksana.
“Soal itu biar panitia yang menjelaskan,” ujar Mu’ti, Selasa (16/12/2025).
Dalam rangkaian kegiatan Milad, Mu’ti mengikuti senam Indonesia Hebat bersama warga Muhammadiyah dan masyarakat sekitar Pondok Pesantren Al Ittihad. Setelah itu, ia meresmikan gedung hasil revitalisasi yang mendapat bantuan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
“Kami memantau gedung-gedung yang dibantu pemerintah melalui program revitalisasi, khususnya di Al Ittihad, Sampang, Madura ini,” katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sampang Mohammad Soleh mengungkapkan kekecewaannya atas pembatalan penggunaan Pendopo Kabupaten Sampang. Ia menyatakan panitia telah memenuhi seluruh prosedur administrasi dan birokrasi sesuai ketentuan pemerintah daerah.
“Tidak ada masalah apa pun sampai H-3. Kami mengikuti semua prosedurnya. Tiba-tiba panitia dipanggil dan diberi informasi bahwa pendopo tidak bisa digunakan,” ujar Soleh.
Menurutnya, pihak terkait menyampaikan alasan adanya gangguan pada instalasi listrik. Namun, panitia menilai kondisi pendopo dalam keadaan normal saat persiapan berlangsung.
“Alasannya listrik rusak. Padahal seharian kami melakukan persiapan dan kondisinya normal,” imbuhnya.
