Jakarta – Insiden tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali menyita perhatian publik dan parlemen. Kapal ini tenggelam saat mengangkut 65 orang dan 22 kendaraan pada Rabu dini hari, 2 Juli 2025. Peristiwa ini menyebabkan korban jiwa dan puluhan orang dinyatakan hilang.
Komisi V DPR RI menyoroti serius kasus ini dan memanggil Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk memberikan penjelasan resmi. Ketua Komisi V DPR, Lasarus, menegaskan pentingnya investigasi menyeluruh terkait penyebab insiden ini. Ia menilai ada kelalaian dari otoritas pelabuhan dan kapten kapal dalam memastikan keselamatan.
Wakil Ketua Komisi V DPR, Andi Iwan Aras, juga menyuarakan keprihatinan atas banyaknya kapal tua yang masih beroperasi. Ia menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap kelaikan kapal-kapal penyeberangan. Menurutnya, keselamatan pelayaran harus menjadi prioritas utama, bukan sekadar aspek bisnis.
Hingga Jumat pagi, proses pencarian korban terus dilakukan oleh tim SAR gabungan. Sebanyak 31 orang telah berhasil diselamatkan, enam orang ditemukan meninggal dunia, dan 28 lainnya masih dalam pencarian. Cuaca buruk dan arus kuat sempat menghambat proses evakuasi di perairan Selat Bali.
DPR meminta pemerintah segera memperbaiki sistem pengawasan dan koordinasi mitigasi bencana laut. Lasarus menyatakan Komisi V DPR akan memanggil Kemenhub untuk membahas laporan investigasi KNKT serta penanganan korban. Ia menegaskan bahwa keselamatan warga harus menjadi perhatian utama pemerintah.
Insiden ini memicu kekhawatiran luas terkait keamanan transportasi laut di Indonesia. Banyak pihak menilai perlu pengawasan ketat terhadap kapal-kapal penyeberangan, khususnya di jalur rawan seperti Selat Bali. Pemerintah juga diminta lebih tegas dalam menetapkan standar keselamatan pelayaran.
Komisi V DPR akan mendorong revisi regulasi terkait usia operasional kapal dan pengawasan pelabuhan. DPR berharap pemanggilan Kemenhub ini bisa mendorong reformasi menyeluruh di sektor transportasi laut. Langkah tegas dinilai perlu untuk mencegah tragedi serupa terulang di masa depan.
